MOMENTUM NEWS – BLORA, Momentum Ramadan 1447 H menjadi panggung emas bagi kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Blora. Di tengah deretan event Ramadan yang memadati kalender daerah, sektor kuliner menunjukkan lonjakan signifikan. Salah satu yang paling mencuri perhatian publik adalah melesatnya popularitas Oseng Ngos, gerai kuliner hasil kolaborasi strategis yang dirintis oleh Refidoo bersama pengusaha muda Khoirul Anam, atau yang akrab disapa Mas Klinci.
Berawal dari unit usaha yang dirintis di Cepu, Oseng Ngos yang menjajakan kudapan khas seperti bekicot, usus, hingga ceker pedas ini kini menjadi primadona baru bagi pecinta jajanan di Blora. Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin Refidoo dalam mengonsep awal usaha, yang kemudian dipadukan dengan strategi pemasaran modern serta sinergi bersama para figur publik lokal.
Sentuhan Digital dan Peran Influencer
Pesatnya perkembangan Oseng Ngos membuktikan bahwa kualitas produk saja tidak cukup di era digital. Kehadiran sejumlah influencer Blora yang turut mempromosikan produk ini memberikan dampak instan pada brand awareness masyarakat. Kolaborasi antara visi rintisan Refidoo dan eksekusi lapangan Mas Klinci dinilai sebagai langkah strategis dalam memutus jarak antara produsen dan konsumen.
“Intervensi kreatif dari elemen masyarakat, perintis seperti Refidoo, dan para publik figur sangat krusial. Ini bukan sekadar promosi, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap ekosistem ekonomi daerah,” ujar salah satu pembeli.
Simpul Ekonomi Baru
Fenomena Oseng Ngos menjadi representasi bagaimana UMKM kuliner mampu beradaptasi dan berkembang pesat ketika didukung oleh ekosistem yang tepat. Rentetan acara festival Ramadan yang digelar pemerintah daerah menjadi stimulan, namun kreativitas para perintisnya—Refidoo dan Mas Klinci—lah yang menjaga momentum tersebut tetap terjaga hingga ke titik puncak.
Dukungan kolektif dari masyarakat—baik sebagai konsumen maupun promotor di media sosial—kini menjadi kunci utama dalam mempercepat perputaran roda ekonomi di Blora. Jika kolaborasi antara perintis UMKM, publik figur, dan pemerintah terus diperkuat, bukan tidak mungkin Blora akan bertransformasi menjadi pusat destinasi kuliner kreatif yang diperhitungkan di Jawa Tengah.


