MOMENTUM NEWS – BLORA, Momen perayaan Hari Raya Natal tahun ini menjadi sangat istimewa bagi Agnes Rahajeng. Adik kandung dari Miss Indonesia 2014, Maria Rahajeng, ini memilih untuk pulang kampung (mudik) ke Blora, Jawa Tengah, yang merupakan tanah kelahiran kedua orang tuanya.
Di sela-sela liburan kekeluargaan tersebut, Agnes bersama keluarga berkesempatan melakukan kunjungan silaturahmi ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora untuk menemui Bupati Blora, H. Arief Rohman. Pertemuan hangat ini tidak hanya sekadar ajang sapa, namun juga menjadi ruang diskusi mengenai masa depan pangan dan kearifan lokal Kabupaten Blora.
Mendorong Beras Organik Blora “Go Nasional”
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Arief Rohman berbagi cerita mengenai transformasi sektor pertanian di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa saat ini petani di Blora mulai bergeser dari pertanian konvensional menuju penanaman padi organik.
“Kami sangat berharap hasil beras organik dari petani Blora ini bisa segera go nasional. Selain lebih sehat, ini adalah upaya kita meningkatkan kesejahteraan petani melalui nilai tambah produk,” ujar Bupati Arief.
Agnes Rahajeng: Pertanian Organik adalah Masa Depan
Mendengar visi tersebut, Agnes Rahajeng yang kini tengah mempersiapkan diri sebagai bakal calon peserta Puteri Indonesia 2026, menyatakan dukungan penuhnya. Menurut Agnes, transisi menuju pertanian organik adalah langkah strategis untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.
“Dukungan untuk Go Organic bukan hanya soal tren kesehatan, tapi soal keberlanjutan. Ini langkah nyata untuk menjaga kesuburan tanah dan memastikan generasi mendatang mendapatkan pangan sehat tanpa residu kimia sintetis,” ungkap Agnes.
Terinspirasi Ajaran Samin (Sedulur Sikep)
Ketertarikan Agnes terhadap pertanian organik ternyata berakar dari kekagumannya pada Ajaran Samin (Sedulur Sikep) yang melegenda di Blora. Ia menilai prinsip hidup masyarakat Samin dalam mengelola lahan sangat relevan dengan isu lingkungan global saat ini.
Agnes menjelaskan bahwa masyarakat Samin telah lama mempraktikkan pertanian yang selaras dengan alam (nyawiji), seperti:
-
Penggunaan pupuk alami: Konsisten menggunakan pupuk kandang dan kompos.
-
Kemandirian Pangan: Menolak ketergantungan pada bahan kimia industri.
-
Keseimbangan Ekosistem: Menerapkan tumpang sari dan menolak eksploitasi lahan yang berlebihan.
“Ajaran Samin mengajarkan kita untuk menghormati bumi. Filosofi mereka dalam menjaga tanah agar tetap subur adalah teladan bagi kita semua. Saya ingin membawa semangat kearifan lokal Blora ini ke kancah yang lebih luas,” tambah Agnes.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mempromosikan potensi daerah Blora, baik dari sisi budaya maupun keunggulan produk pertaniannya di tingkat nasional.


