MOMENTUM NEWS–BLORA,Ratusan petani tebu menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun Kota Blora, Kamis (2/4), menuntut perbaikan mesin giling di Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) yang berlokasi di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan. Aksi ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran petani atas banyaknya hasil panen tebu yang tidak terserap secara optimal akibat kendala operasional pabrik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam aksi tersebut, para petani menyuarakan keresahan mereka terhadap kondisi mesin giling yang diinformasikan rusak, sehingga berdampak langsung pada penyerapan hasil panen. Mereka berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait, khususnya Bulog dan pemerintah daerah, untuk segera melakukan perbaikan.

Situasi sempat memanas ketika tidak ada pejabat utama Pemerintah Kabupaten Blora yang hadir secara langsung untuk menemui massa aksi. Ketidakhadiran Bupati yang sedang menjalankan tugas di Jakarta menimbulkan kekecewaan di kalangan peserta aksi. Namun demikian, Sekretaris Daerah (Setda) hadir untuk mewakili pemerintah daerah dan menerima aspirasi para petani.

Dalam orasinya, para demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan yang harus segera ditindaklanjuti. Mereka juga memberikan tenggat waktu hingga 10 April kepada pihak terkait untuk memberikan respons dan solusi konkret.

“Jika sampai tanggal 10 belum ada respon, maka kami akan berangkat ke Jakarta untuk menggeruduk kantor pusat,” ujar salah satu orator dengan tegas di hadapan massa.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan penyerapan hasil panen tebu di Blora memerlukan perhatian serius. Para petani berharap adanya langkah cepat dan nyata agar hasil panen mereka tidak terbuang sia-sia serta keberlangsungan ekonomi petani tetap terjaga.