MOMENTUM NEWS – BLORA, Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) pada 9 Desember bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kabupaten Blora ke-276 (11 Desember 2025) menjadi momentum krusial bagi upaya pemberantasan korupsi di Blora. Blora Anti Korupsi (BAK), melalui koordinatornya, Lilik Prayogo, mendesak para pemimpin daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH) di Blora untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi dan aksi nyata.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hari Jadi Blora tahun ini dirayakan dengan tradisi sakral Kirab Pusaka Kiai Bismo dan mengusung tema “Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur” (Bersatu Membangun Blora, Rukun Makmur Terkenal). Tema ini diharapkan tidak hanya sebatas slogan, tetapi harus diimplementasikan dengan kepemimpinan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

Lilik Prayogo menyampaikan bahwa sinkronisasi antara HAKORDIA dan Hari Jadi Blora seharusnya dapat meningkatkan kesadaran para pemimpin Kabupaten Blora terhadap tujuan masa depan daerah, yakni menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kami berharap kedepannya para pemimpin Kabupaten Blora benar-benar sadar akan tujuan ke depan. Tidak bisa dipungkiri, masih banyak kasus korupsi di Blora yang terkesan mangkrak dan belum tuntas diungkap,” tegas Lilik Prayogo.

BAK secara spesifik menyoroti beberapa kasus besar yang hingga kini belum menemukan titik terang, antara lain:

Dalam rangka Hari Jadi Blora ke-276, BAK menyampaikan tantangan sekaligus harapan kepada APH di Blora (Kejaksaan dan Kepolisian).

“Untuk APH, berilah kado istimewa untuk Hari Jadi Blora yang ke-276 ini dengan mengungkap tuntas mega kasus PERADES dan kasus-kasus korupsi lainnya. Ini akan menjadi bukti nyata komitmen Blora dalam mewujudkan semangat antikorupsi,” pungkas Lilik.

BAK menegaskan akan terus mengawal dan memantau perkembangan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Blora demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan akuntabel sesuai dengan semangat HAKORDIA.