Momentum News – Di tengah kompleksitas sosial dan hukum yang kian membelit, kehadiran sebuah lembaga bantuan hukum tidak hanya diukur dari keahlian teknisnya, melainkan juga dari fondasi filosofis dan keberpihakannya. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Samin Samiaji tampil dengan narasi yang kuat, berakar pada kearifan lokal sekaligus menjunjung tinggi prinsip universal keadilan.
Nama Samin Samiaji bukanlah sekadar penamaan, melainkan representasi dari sebuah etika perlawanan tanpa kekerasan yang diperjuangkan oleh tokoh Samin. Filosofi ini, yang menekankan pada kejujuran, keteguhan hati, dan kesadaran penuh akan nilai kemanusiaan, menjadi DNA operasional lembaga. Ini menegaskan bahwa membela kebenaran adalah sebuah sikap moral, bukan sekadar tugas profesional.
YLBH Samin Samiaji secara tegas menempatkan dirinya sebagai “advokat rakyat” dan “pembela publik”. Klaim ini diperkuat oleh keyakinan mendasar bahwa setiap manusia adalah setara di hadapan hukum dan Sang Pencipta. Di mata Samin Samiaji, tidak ada warga negara kelas satu atau kelas dua; semua memiliki hak yang sama untuk dihormati, didengar, dan, yang terpenting, dibela. Dalam konteks ini, layanan hukum yang diberikan bukan untuk “menjual hukum,” melainkan untuk menjunjung tinggi hukum itu sendiri sebagai instrumen keadilan.
Kehadiran YLBH Samin Samiaji adalah sebuah penegasan ulang terhadap adagium luhur: “Fiat Justitia Ruat Caelum” – Biarlah keadilan ditegakkan, walau langit runtuh.
Adagium ini bukan sekadar retorika, melainkan komitmen. Ini berarti lembaga ini bersedia berdiri tegak di tengah badai intervensi atau tekanan, dengan hanya berpihak pada satu entitas tunggal: kebenaran substantif. Di era di mana kebenaran sering kali dikaburkan oleh kepentingan dan kekuasaan, ketegasan YLBH Samin Samiaji untuk menjadikan kebenaran sebagai satu-satunya sekutu adalah sebuah harapan baru bagi masyarakat pencari keadilan.
Oleh karena itu, YLBH Samin Samiaji layak diapresiasi sebagai entitas yang berupaya mengintegrasikan semangat moralitas lokal (Samin) dengan prinsip keadilan universal (advokasi publik), memastikan bahwa setiap tetes air mata dan setiap suara rakyat yang terpinggirkan memiliki tempat yang layak untuk diperjuangkan dalam ranah hukum.
“Fiat Justitia Ruat Caelum: Landasan Filosofis YLBH Samin Samiaji”
Ch Harno
Ketua YLBH Samin Samiaji


