MOMENTUM NEWS – BLORA, Semangat pelestarian lingkungan melintasi Kabupaten Blora seiring kedatangan tim Sungai Watch dalam rangkaian kampanye lingkungan “Run For Rivers”, Jumat (24/4). Aksi lari maraton sejauh lebih dari 1.200 kilometer yang membentang dari Bali menuju Jakarta ini tiba di Bumi Samamin dengan misi utama: meningkatkan kesadaran publik akan kebersihan sungai.
Bertepatan dengan momentum Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April, kehadiran tiga inisiator Sungai Watch—Gary, Sam, dan Kelly—disambut langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto, beserta jajaran terkait.
Kolaborasi Lintas Sektor di Jantung Kota Cepu
Kegiatan dipusatkan di Kecamatan Cepu dengan agenda utama aksi bersih sungai di wilayah Kelurahan Cepu. Aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kolaborasi yang melibatkan:
-
Instansi Pemerintah Kabupaten Blora
-
Pelajar dan Generasi Muda
-
Relawan Lingkungan
-
Masyarakat Setempat
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan apel bersama dan senam pagi di Kantor Kecamatan Cepu untuk membakar semangat peserta, ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kolektif menjaga ekosistem air.
Penghijauan di Embung Nglebok
Pasca pembersihan sungai, tim bergeser ke Embung Nglebok, Kelurahan Tambakromo, untuk melaksanakan penanaman pohon. Dalam kesempatan ini, DLH Kabupaten Blora menyalurkan 100 bibit tanaman produktif dan peneduh, di antaranya:
-
Mangga, Nangka, dan Sawo
-
Ketapang Kencana
-
Berbagai jenis tanaman konservasi lainnya
Kepala DLH Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto, menekankan pentingnya keberlanjutan dari aksi ini. Beliau berharap Embung Nglebok tidak hanya berfungsi secara teknis untuk pengairan, tetapi juga menjadi ruang publik yang asri.
“Mudah-mudahan dengan adanya embung ini dapat menambah destinasi wisata. Selain itu, tanaman yang ditanam hari ini diharapkan ke depan dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Istadi.
Harapan Masa Depan
Melalui integrasi aksi “Run For Rivers” dan program lokal Kabupaten Blora, diharapkan muncul sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan warga. Perjalanan Sungai Watch menuju Jakarta membawa pesan kuat bahwa kebersihan sungai adalah tanggung jawab lintas batas yang dimulai dari aksi lokal di setiap daerah yang mereka lalui.

